Langsung ke konten utama

Postingan

Balas Dendam

Balas dendam, bukankah itu hal yang konyol? Repot-repot memikirkan kesalahan atau perbuatan orang lain yg kurang menyenangkan kita di masa lampau, untuk kemudian melalukan hal setimpal.. Entah..Aku kadang bingung dengan diriku sendiri Menjilat ludah sendiri!!  Aku menghardik diriku sendiri yang tak konsisten dengan pendirian itu. Kini aku balas dendam.. Kalau boleh aku membela diri, balas dendamnya tak seberapa. Hanya perkara kecil.  Aku sepertinya berani bertaruh, orang itu bahkan tak tahu kalau aku sedang membalas dendam kepadanya.  Maafkan aku yang belum bisa menerima keadaan. Aku manusia biasa. Klise memang, tapi itulah adanya. Setidaknya aku biarkan kamu menjalani kehidupan yang bahagia. Kehidupan yang kamu kehendaki. Kehidupan yang mungkin jadi anganmu selama ini.  'Pindah berkala. Rumah ke rumah' itu petikan lirik lagu Hindia, yang tampaknya harus aku pahami sekali lagi.  Hidup ini memang tempat belajar bukan? Maklumi aku yang masih harus berusaha mengikh...

Kenapa Tuhan Ciptakan Rasa Cinta?

Sesuai dengan judul. Kenapa sih, Tuhan menciptakan rasa cinta?   Sebenarnya, aku senang dengan perasaan itu. Aku bisa mencintai keluarga dan teman-teman.  Tapi cinta yang kumaksud adalah kepada lawan jenis. Merujuk pada tujuan berpasangan. Menjalin hubungan asmara.  Ya.. kenapa?  Maaf ya Allah. Bukan bermaksud tak bersyukur terhadap hal ciptaanmu. Tetapi, rasanya hari-hariku selalu diwarnai kesenduan hanya karena perkara cinta ini.  Memang kalau tengah di puncak asmara, rasanya aku jadi orang paling bahagia di dunia ini. Namun, saat aku terjatuh dan semua tak sesuai ekpektasi, dunia ini rasanya runtuh hingga aku lupa jati diriku sendiri.  Saat ini, di titik ini, aku merasa seperti orang yang kehilangan arah. Aku merasa diriku tak bisa lagi mendapat cinta dari seseorang yang tulus.  Tulus ingin bersamaku.. Mencintaiku apa adanya.. Bukan karena tubuhku saja alias nafsu semata! Aku ingin benar-benar ada orang yang mencintaiku karena apa yang ada dala...

Halo 23 Tahun. Begini Rasanya...

Apa sih yang saya rasa kan di usia 23 tahun saat ini? Jawabannya: NANO NANO!  Di usia ini, saya merasakan senangnya dapat pekerjaan setelah lulus kuliah.  Di usia ini, saya merasakan jomblo setahun. Setelah sebelumnya menjalin hubungan hampir 3 tahun.  Di usia ini, saya officialy anak yatim piatu setelah ibu saya meninggal. Di usia ini, saya baru merasakan petualangan cinta yang tak pernah terbayangkan. Sekaligus menyadarkan saya betapa rumitnya asmara orang dewasa.  Di usia ini, saya merasa bingung dengan apa yang saya lakukan sekarang dan kerap mengkhawatirkan masa depan. Takut gagal akan semua hal. Entah karier, asmara, sosial, pokoknya segalanya.  Di usia ini, saya seperti ingin melakukan sesuatu yang bermanfaat buat orang lain. Minimal membuat orang yang kesusahan sedikit terbantu.  Di usia ini, saya sering menangis pada malam hari. Entah, ingat orangtua, kucing peliharaan, atau kehidupan susah di masa kecil.  Di usia ini, saya belakangan ingin se...

Ibuku, Ibuku, Ibuku, Ayahku

Ibuku. Perempuan paling hebat dan kuat di mataku. Ditinggal ayahku kurang lebih 10 tahun dan sempat dipertemukan kembali. Namun pertemuan mereka hanya berlangsung dua hari karena ayah harus menghadap Tuhan.  Kenyataan pahit memang. Ayahku pergi ke Kalimantan sejak aku kelas 3 SD. Semenjak itu, ibuku berjuang membesarkan aku dan kedua kakakku sendirian. Meski pergi, ayahku tetap menafkahi kami dengan mengirimi uang pensiunannya yang tak seberapa tiap bulan.  Dengan uang seadanya, kami berempat menjalani hidup yang lumayan berat. 'Yang penting untuk hari ini bisa makan. Besok urusan besok'. Begitu pola pikir kami kala itu. Setiap hari yang ada dipikirkan kami hanya bagaimana caranya besok bisa makan dan tentunya tetap sekolah.  Aku bahkan jarang dibekali uang jajan. Hampir tak pernah. Tiap kali waktu istirahat tiba, aku langsung lari ke rumahku dan makan apa yang disediakan di sana. Kalau ada lauk enak, bersyukur. Kalau tak ada, makan apa saja. Sayur sop sisa ke...
Jatuh cinta sama seseorang itu lucu. Bisa bikin diri melayang terbang tapi tiba-tiba terhempas jatuh hingga sakit.  Tapi kenapa nggak bikin kapok ya? Entahlah..  Kuanggap cinta itu memang bagian dari setiap manusia. Tak bisa dipisahkan karena sudah menjadi satu.  Dia datang tanpa di duga-duga.  Tak ada yang tau dia datang darimana, dari siapa, dan bagaimana. 
Halo Pertengahan September. Hari ini ada sesuatu yang ingin kuungkapkan. Aku ingin mengapresiasi diriku sendiri. Aku merasa hebat karena sebulan ini sudah berusaha menampilkan yang terbaik dalam diriku. Ya, meskipun belum maksimal. Sebulan ini aku mulai belajar hidup mandiri dan memiliki penghasilan dari pekerjaanku. Ya, pekerjaan yang berhasil kudapatkan dari hasil jerih payah sendiri. Pergi pagi dan pulang malam, kadang tak tentu kapan waktuku selesai bekerja. Lelah  ememang, tapi semua harus aku syukuri. Aku ingat betul bagaimana susahnya mendapat pekerjaan. Ketika aku larut dalam pekerjaanku, seketika aku lupa tentang kamu. Tapi lucunya aku akan kembali teringat kamu ketika aku menuntaskan pekerjaan. Dimanapun aku selalu ingat kamu. Di kamar, di kereta, di rumah orang, aku teringat kamu terus. Entah harus senang atau sedih. Adakah cara cepat untuk membuang bayanganmu dihatiku? Tolong tumbuhkan rasa benci dihatiku agar aku mampu melupakan kamu.

Dalam Kenangan

Berkali-kali seperti ini. Berkali-kali terhempas. akhirnya kita tak bisa mempertahankannya lagi. jujur, aku juga lelah memohon.. Dan aku pun meminta maaf atas kesalahanku yang selalu berulang. Kamu lelah? Iya wajar. Siapa yang tahan menghadapi manusia egois sepertiku. Maafkan aku, ya. Tapi ada beberapa hal yang perlu kamu tahu.. Selama ini aku tak pernah berkata-kata buruk tentangmu di depan orang lain. ketika ada yang merendahkan dan menghinamu, aku bela kamu habis-habisan. Siapa mereka? kamu tidak perlu tahu.. Ketika aku bersikap menyebalkan.. Sesungguhnya itu hanya karena aku ingin diperhatikan kamu. Maaf kesannya aku tak bisa mengerti kesibukanmu dan selalu menuntut kamu untuk melakukan apa yang kuinginkan. Aku tidak bermaksud :) Terimakasih ya kamu sudah menjadi bagian dalam hidupku. Setidaknya kamu telah mengisi hari-hari dalam hidupku. Kamu pernah menjadi orang yang membuatku tak sabar menunggu hari esok. Pernah juga membuatku semangat untuk pergi kuliah. ...